PERTEMUAN JEJARING INTELIJEN PANGAN “Pemantapan Pembentukan Indonesia Risk Assessment Center (INARAC)”

22-10-2014 Dit Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan Dilihat 2567 kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Pada tanggal 17 Oktober 2014 bertempat di Hotel Alila, Jakarta diselenggarakan pertemuan Jejaring Intelijen Pangan (JIP) dengan tujuan memfinalisasi Term of Reference (TOR) Indonesia Risk Assessment Center (INARAC) dan menyusun persiapan launching INARAC. Pertemuan ini dipimpin oleh Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan, serta undangan yang hadir sebanyak 33 peserta, yang merupakan perwakilan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, BPPT, Dewan Riset Nasional, Kementerian Pertanian dan Badan POM.

 

Hal-hal lain yang turut disampaikan adalah foodwatch dan call for data. Foodwatch adalah buletin yang berisi isu keamanan pangan maupun hasil kajian yang telah dilaksanakan oleh anggota JIP. Call for data yaitu permintaan data terkait keamanan pangan di Indonesia dari badan/instansi dunia. Sedangkan INARAC adalah forum ilmiah yang berkompeten dalam kajian risiko keamanan pangan untuk mendukung kebijakan keamanan pangan nasional dan secara internasional. INARAC perlu dibentuk di bawah wadah JIP untuk memfasilitasi pool of expert di bidang kajian risiko di masing-masing kementerian/lembaga. Pusat ini akan berperan sebagai focal point untuk ASEAN Risk Assessment Center (ARAC).

 

Pertemuan diawali dengan pemaparan dari Direktur Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan selaku Ketua Pokja JIP dan dilanjutkan sesi diskusi. Ketua Pokja JIP menyampaikan kemajuan ASEAN Risk Assessment Center (ARAC), dimana ARAC telah diendorse oleh ASEAN. Pada pertemuan 11th Meeting AEGFS yang telah diselengarakan  tanggal 7-9 Oktober 2014 di Siem Reap, Kamboja, disepakati bahwa Indonesia, Brunei dan Myanmar sebagai Lead SOP Scientific Committee. Kemudian disepakati juga Pilot Project ARASFF di bidang kimia adalah Kajian Risiko Aflatoksin B1 pada kacang dan jagung serta pestisida pada buah dan sayur.  Sedangkan di bidang mikrobiologi adalah Salmonella pada ayam dan Bacillus cereus pada nasi goreng.

 

Dari hasil pertemuan JIP ini diperoleh rekomendasi penting diantaranya masukan dan usulan pada panel virus dikhususkan untuk Hepatitis A, penambahan panel rekayasa genetika dan panel alergen, perlu diidentifikasi hasil-hasil kajian risiko dari lintas sektor serta rencana pencanangan INARAC.

 

--- Dit. Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan ---

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana